Yesaya 7:1-9
dan katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya. (ayat 4)
Ada banyak perkara, yang dapat membuat orang menjadi tidak tenang, Karena dunia, tidak bisa menjamin ketenangan bagi kita. Jadi kesimpulannya, “ketenangan” bukanlah sebuah keadaan tetapi sebuah keputusan, artinya walaupun situasi kelihatannya tidak tenang, tetapi kita putuskan agar tetap tenang, karena kita tahu bahwa kita mempunyai Allah yang tidak pernah mengecewakan, Ia selalu siap menolong tepat pada waktunya.
Ada beberapa alasan mengapa kita harus menjadi seorang yang tenang, yaitu:
1. Kita perlu tenang karena ketenangan mendatangkan kekuatan. (Yes 30:15)
Seorang yang tenang, dapat menghadapi segala persoalan karena ia seorang yang kuat. Kegagalan terjadi bukan karena ia terlalu lemah, atau masalahnya terlalu berat, tetapi karena ia tidak tenang. Ketenangan itu merupakan sumber kekuatan kita untuk bersukacita dan melakukan Firman Tuhan.
2. Kita perlu tenang karena dengan ketenangan kita memuliakan Allah. (Kis 11:18)
Orang yang tidak tenang pikirannya, cenderung selalu negatif karena itu sulit baginya memuliakan Allah.
3. Kita perlu tenang karena ketenangan membuat hidup kita menjadi teratur. (1 Tes 4:11)
Karena tidak tenang, banyak keputusan dan jalan keluar yang ditempuh menjadi keliru, dan ketidak tenangan membuat kita cenderung menjadi orang yang ceroboh dan sembrono dalam mengatasi masalah.
4. Kita perlu tenang karena dengan ketenangan kita dapat dengan mudah untuk berdoa. (1 Pet 4:7)
Orang yang tenang, dalam doanya bukan hanya menyampaikan apa yang ia mau kepada Allah, tetapi juga terbuka untuk mendengar apa yang Allah mau bagi dia.
Sebagai orang percaya kita harus tenang, untuk dapat tenang kita harus yakin bahwa Tuhan selalu menyertai dan membela kita, itu adalah kebenaran. Hanya orang-orang yang tenanglah yang dapat melihat dan mengalami kuasa Tuhan yang memberi kemenangan.
Oleh: Pdt.Gilbert Lumoindong
Info:
Jika Anda butuh:
1. Jasa Design Hotel, Villa, Spa, Resort, Landscape klik www.GunardiSaputra.com/Presiska atau hubungi Ardi di 08558827222
2.Peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222
3.Rekomendasi Saham klik www.GunardiSaputra.com
4.Promosi dengan Sendok Makan Stainless klik gl_trading.indonetwork.co.id
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...
Showing posts with label Kotbah Gilbert Lumoindong. Show all posts
Showing posts with label Kotbah Gilbert Lumoindong. Show all posts
Saturday, February 6, 2010
GL: Langkah-langkah Memiliki Iman
I RAJA-RAJA 18:41-46
Ditengah-tengah penderitaan hebat yang dialami bangsa Israel karena dilanda musim kering yang berkepanjangan akibat dari pemberontakan mereka kepada Allah. Tampilah Elia seorang abdi Allah yang hidup dalam kebenaran dan mempunyai iman yang teguh, dalam ayat-ayat sebelumnya telah dicatat bahwa Elia telah berhasil menaklukan dan membunuh empat ratus lima puluh orang nabi baal. Walaupun seorang diri ia tidak gentar, justru karena imannya Elia telah menyakinkan umat Israel bahwa Allah yang disembah Abraham nenek moyang mereka adalah Allah yang benar dan tidak ada ilah lain. Demikian juga di dalam ayat bacaan kita ini, kembali Elia mempraktekan imannya ia berdoa minta hujan turun dan hujanpun segera turun.
Pasti semua kita ingin memiliki iman, tapi yang jadi persoalannya bagaimana caranya atau apakah yang harus kita buat agar kita dapat memiliki iman sehingga olehnya kita dapat mengalami mujizat-mujizat Tuhan. Di dalam ayat bacaan ini akan kita jumpai langkah-langkah bagaimana kita dapat memiliki iman:
I. 1. Iman harus dimulai dari Visi (ayat 41,43)
- Orang beriman telah melihat sesuatu yang belum orang lihat
- Orang beriman telah mendengar sesuatu yang belum didengar.
- Orang beriman telah percaya sesuatu walaupun orang lain belum bisa mempercayainya
- Orang beriman akan berdiri teguh pada janji Tuhan dan yakin Tuhan pasti menggenapinya
Inilah yang dimaksud bahwa iman harus dimulai dari Visi
2. Iman dalam Visi ini harus dilanjutkan dengan doa
Ada tiga alasan mengapa kita harus berdoa:
- Doa itu sebagai sarana untuk mempersiapkan seseorang sehingga dapat meraih janji-janji berkat Tuhan
- Doa sebagai alat untuk menghancurkan segala penghalang berkat
- Doa akan membuat orang jadi sabar dalam menunggu waktunya Tuhan
II. Iman yang sejati pasti akan melalui ujian (ayat 43)
Ketika bujang Elia melihat kearah laut sampai enam kali namun belum juga ada tanda-tanda hari mau. Hujan, setelah yang ketujuh kalinya barulah kelihatan awan sebesar telapak tangan. Jadi ciri khas iman yang sejati itu tidak akan terpengaruh oleh berita yang buruk/negatif
III. Iman yang sejati pasti menghasilkan sesuatu, diantaranya:
1. Kasih: ketika Elia melihat hujan akan segera turun, yang pertama ia pikirkan raja Ahab harus segera diberi tahu supaya tidak kena hujan (ayat 44)
2. Mujizat: Hujan lebatpun turunlah (ayat 45)
IV. Iman yang sejati tidak selalu dihargai oleh orang lain (bnd 19: 1,2)
Ahab sama sekali tidak menceritakan tentang kebaikan Elia kepada Izebel, sehingga akibatnya nyawa Elia terancam. Demikian juga halnya dengan kita, tapi satu hal yang harus kita pahami bahwa jerih payah kita di dalam Tuhan tidak pernah sia-sia.
Oleh: Pdt.Gilbert Lumoindong
Info:
Jika Anda butuh:
1. Jasa Design Hotel, Villa, Spa, Resort, Landscape klik www.GunardiSaputra.com/Presiska atau hubungi Ardi di 08558827222
2.Peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222
3.Rekomendasi Saham klik www.GunardiSaputra.com
4.Promosi dengan Sendok Makan Stainless klik gl_trading.indonetwork.co.id
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...
Ditengah-tengah penderitaan hebat yang dialami bangsa Israel karena dilanda musim kering yang berkepanjangan akibat dari pemberontakan mereka kepada Allah. Tampilah Elia seorang abdi Allah yang hidup dalam kebenaran dan mempunyai iman yang teguh, dalam ayat-ayat sebelumnya telah dicatat bahwa Elia telah berhasil menaklukan dan membunuh empat ratus lima puluh orang nabi baal. Walaupun seorang diri ia tidak gentar, justru karena imannya Elia telah menyakinkan umat Israel bahwa Allah yang disembah Abraham nenek moyang mereka adalah Allah yang benar dan tidak ada ilah lain. Demikian juga di dalam ayat bacaan kita ini, kembali Elia mempraktekan imannya ia berdoa minta hujan turun dan hujanpun segera turun.
Pasti semua kita ingin memiliki iman, tapi yang jadi persoalannya bagaimana caranya atau apakah yang harus kita buat agar kita dapat memiliki iman sehingga olehnya kita dapat mengalami mujizat-mujizat Tuhan. Di dalam ayat bacaan ini akan kita jumpai langkah-langkah bagaimana kita dapat memiliki iman:
I. 1. Iman harus dimulai dari Visi (ayat 41,43)
- Orang beriman telah melihat sesuatu yang belum orang lihat
- Orang beriman telah mendengar sesuatu yang belum didengar.
- Orang beriman telah percaya sesuatu walaupun orang lain belum bisa mempercayainya
- Orang beriman akan berdiri teguh pada janji Tuhan dan yakin Tuhan pasti menggenapinya
Inilah yang dimaksud bahwa iman harus dimulai dari Visi
2. Iman dalam Visi ini harus dilanjutkan dengan doa
Ada tiga alasan mengapa kita harus berdoa:
- Doa itu sebagai sarana untuk mempersiapkan seseorang sehingga dapat meraih janji-janji berkat Tuhan
- Doa sebagai alat untuk menghancurkan segala penghalang berkat
- Doa akan membuat orang jadi sabar dalam menunggu waktunya Tuhan
II. Iman yang sejati pasti akan melalui ujian (ayat 43)
Ketika bujang Elia melihat kearah laut sampai enam kali namun belum juga ada tanda-tanda hari mau. Hujan, setelah yang ketujuh kalinya barulah kelihatan awan sebesar telapak tangan. Jadi ciri khas iman yang sejati itu tidak akan terpengaruh oleh berita yang buruk/negatif
III. Iman yang sejati pasti menghasilkan sesuatu, diantaranya:
1. Kasih: ketika Elia melihat hujan akan segera turun, yang pertama ia pikirkan raja Ahab harus segera diberi tahu supaya tidak kena hujan (ayat 44)
2. Mujizat: Hujan lebatpun turunlah (ayat 45)
IV. Iman yang sejati tidak selalu dihargai oleh orang lain (bnd 19: 1,2)
Ahab sama sekali tidak menceritakan tentang kebaikan Elia kepada Izebel, sehingga akibatnya nyawa Elia terancam. Demikian juga halnya dengan kita, tapi satu hal yang harus kita pahami bahwa jerih payah kita di dalam Tuhan tidak pernah sia-sia.
Oleh: Pdt.Gilbert Lumoindong
Info:
Jika Anda butuh:
1. Jasa Design Hotel, Villa, Spa, Resort, Landscape klik www.GunardiSaputra.com/Presiska atau hubungi Ardi di 08558827222
2.Peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222
3.Rekomendasi Saham klik www.GunardiSaputra.com
4.Promosi dengan Sendok Makan Stainless klik gl_trading.indonetwork.co.id
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...
GL: Berkat Allah yg Pasti
Mazmur 67:1-8
Ketika pemazmur berbicara tentang berkat bukan karena dia tidak tahu bahwa masalah dan persoalan ada didepannya, dan bukan karena dia tidak mengerti bahwa orang percaya harus melewati tantangan dan pergumulan yang sangat berat. Tetapi waktu dia berkata tentang berkat pemazmur mau menjelaskan bahwa ditengah tantangan yang sukar, ditengah masalah yang berat kasih setianya tetap memberkati orang yang berharap kepadaNya.
Berkat Allah itu adalah pasti jika kita punya kerinduan untuk melakukan sesuatu bagi Tuhan (ay3), dan Jika kita sadar bahwa Allah senantiasa memandang kita. (ay 2)., serta Jika kita berjalan dalam tuntunan Allah. (ay 4-5).
Di taman Getsemani Yesus berdoa Bapa biarlah bukan kehendakKu yang jadi tetapi biarlah kehendakMu yang jadi. Itu berarti Yesus sedang mengajarkan agar kita terus berjalan dalam tuntunan Allah.
Apa artinya kita berjalan dalam tuntunan Tuhan :
1. kita harus berani menundukkan diri.
2. Hati kita senantiasa bersukacita dalam segala perkara.
3. Berkat Allah pasti tanpa terpengaruh dengan kondisi. (ay 7-8)
Hari ini tegarkan diri saudara dan katakan bahwa berkat Allah itu pasti buat saya. Ditahun ini saya akan lihat kemenangan, keberhasilan, mujizat dan segala hal-hal yang indah yang telah Tuhan sediakan bagi kita semua orang yang bersandar kepadaNya.
Bagi kita semua orang percaya harus yakin bahwa tahun ini akan menjadi tahun berkat, tahun kemenangan, tahun kelimpahan dan tahun mujizat yang Allah telah sediakan bagi kita orang percaya.
Oleh: Pdt.Gilbert Lumoindong
Info:
Jika Anda butuh peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222
klik www.GunardiSaputra.com untuk Rekomendasi Saham dan
klik gl_trading.indonetwork.co.id untuk promosi dengan Sendok Makan Stainless,
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...
Ketika pemazmur berbicara tentang berkat bukan karena dia tidak tahu bahwa masalah dan persoalan ada didepannya, dan bukan karena dia tidak mengerti bahwa orang percaya harus melewati tantangan dan pergumulan yang sangat berat. Tetapi waktu dia berkata tentang berkat pemazmur mau menjelaskan bahwa ditengah tantangan yang sukar, ditengah masalah yang berat kasih setianya tetap memberkati orang yang berharap kepadaNya.
Berkat Allah itu adalah pasti jika kita punya kerinduan untuk melakukan sesuatu bagi Tuhan (ay3), dan Jika kita sadar bahwa Allah senantiasa memandang kita. (ay 2)., serta Jika kita berjalan dalam tuntunan Allah. (ay 4-5).
Di taman Getsemani Yesus berdoa Bapa biarlah bukan kehendakKu yang jadi tetapi biarlah kehendakMu yang jadi. Itu berarti Yesus sedang mengajarkan agar kita terus berjalan dalam tuntunan Allah.
Apa artinya kita berjalan dalam tuntunan Tuhan :
1. kita harus berani menundukkan diri.
2. Hati kita senantiasa bersukacita dalam segala perkara.
3. Berkat Allah pasti tanpa terpengaruh dengan kondisi. (ay 7-8)
Hari ini tegarkan diri saudara dan katakan bahwa berkat Allah itu pasti buat saya. Ditahun ini saya akan lihat kemenangan, keberhasilan, mujizat dan segala hal-hal yang indah yang telah Tuhan sediakan bagi kita semua orang yang bersandar kepadaNya.
Bagi kita semua orang percaya harus yakin bahwa tahun ini akan menjadi tahun berkat, tahun kemenangan, tahun kelimpahan dan tahun mujizat yang Allah telah sediakan bagi kita orang percaya.
Oleh: Pdt.Gilbert Lumoindong
Info:
Jika Anda butuh peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222
klik www.GunardiSaputra.com untuk Rekomendasi Saham dan
klik gl_trading.indonetwork.co.id untuk promosi dengan Sendok Makan Stainless,
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...
Friday, September 18, 2009
GL: Di Mana Allah Saat Kita Menghadapi Pergumulan?
Allah yang kita sembah adalah Allah yang menciptakan pujian di waktu malam. Bicara tentang malam berarti bicara tentang kegelapan: penderitaan, masalah, dan pergumulan. Tetapi, orang yang hidup dekat dengan Allah—bagaimana pun keadaannya—akan tetap merasakan kasih Allah dan melantunkan puji-pujian di tengah keadaan yang tergelap sekali pun; karena ia sadar bahwa Allah tidak pernah terlambat menolong dan tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadaNya.
Di mana Allah pada saat orang percaya mengalami pergumulan? Alkitab memberikan tiga jawaban:
1. Allah ada di tengah Kita (Zefanya 3:16-18)
Allah ada bersama dengan kita tepat di tengah-tengah pergumulan kita. Banyak orang berpikir, jika Tuhan bersama kita, itu berarti kita tidak akan menghadapi pergumulan. Tetapi, terkadang Dia ijinkan kita menghadapi pergumulan, supaya kita sadar bahwa Tuhan tidak pernah mendidik kita menjadi anak-anak yang manja dan penakut; Tuhan ada di tengah kita pada saat kita menghadapi pergumulan untuk mengajar, mendewasakan, menyatakan kasihNya, dan memberitahukan kita bahwa apa pun persoalan kita, Dia selalu ada untuk memberikan pertolongan tepat pada waktunya.
2. Dia ada di surga untuk membela kita (Kisah Para Rasul 3:54-60)
Bagi orang dunia, terkadang orang benar tidak dianggap tidak mempunyai tempat; karena orang benar akan selalu dihambart dan disingkirkan. Terkadang, itu terjadi bukan karena orang benar berbuat dosa dan kejahatan, tetapi karena orang benar mempertahankan iman dan kesetiaanNya kepada Allah. Seseorang yang dapat melihat pembelaan Allah bukan seorang yang gampang kecewa, dendam dan putus asa. Tetapi selalu memandang kepada Allah dan percaya sepenuhnya bahwa pasti ada maksud dan rencana Tuhan yang indah. Allah ada di surga untuk mengatur permbelaan: memberikan kekuatan dan kemampuan kepada kita; mengatur malaikat di surga untuk bertugas menolong dan membela kita.
3. Allah berada di daerah musuh untuk memusnahkan musuh (Keluaran 14:13-14)
Tuhan tahu di mana Dia harus berada. Ada masa-masa di mana Dia harus berada dekat dengan kita untuk mengajar kita. Tetapi, ada masa Dia perlu berada di surga untuk mengatur malaikatNya, guna membela orang percaya. Dan, ada saatnya Dia mendatangi daerah musuh untuk mengacaukan segala sesuatunya agar orang benar bisa maju merebut kemenangan.
Tidak ada kuasa yang terlalu besar sehingga tidak dapat dikalahkan oleh Tuhan, dan tidak ada persoalan yang terlalu rumit sehingga tidak dapat diselesaikan oleh Tuhan. Allah tahu persis di mana Dia harus berada. Dan, di manapun Dia berada, Dia selalu ada untuk kita (Yesaya 41:11-13). Kita tahu bahwa Allah selalu berada di tempat yang tepat, dan karena kita tahu Allah berada di tempat yang tepat maka kita tidak perlu takut, tetap bersukacita, dan selalu mengucap syukur.
Oleh: Pdt. Gilbert Lumoindong
Info:
Jika Anda butuh:
1. Jasa Design Hotel, Villa, Spa, Resort, Landscape klik www.GunardiSaputra.com/Presiska atau hubungi Ardi di 08558827222
2.Peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222
3.Rekomendasi Saham klik www.GunardiSaputra.com
4.Promosi dengan Sendok Makan Stainless klik gl_trading.indonetwork.co.id
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...
Di mana Allah pada saat orang percaya mengalami pergumulan? Alkitab memberikan tiga jawaban:
1. Allah ada di tengah Kita (Zefanya 3:16-18)
Allah ada bersama dengan kita tepat di tengah-tengah pergumulan kita. Banyak orang berpikir, jika Tuhan bersama kita, itu berarti kita tidak akan menghadapi pergumulan. Tetapi, terkadang Dia ijinkan kita menghadapi pergumulan, supaya kita sadar bahwa Tuhan tidak pernah mendidik kita menjadi anak-anak yang manja dan penakut; Tuhan ada di tengah kita pada saat kita menghadapi pergumulan untuk mengajar, mendewasakan, menyatakan kasihNya, dan memberitahukan kita bahwa apa pun persoalan kita, Dia selalu ada untuk memberikan pertolongan tepat pada waktunya.
2. Dia ada di surga untuk membela kita (Kisah Para Rasul 3:54-60)
Bagi orang dunia, terkadang orang benar tidak dianggap tidak mempunyai tempat; karena orang benar akan selalu dihambart dan disingkirkan. Terkadang, itu terjadi bukan karena orang benar berbuat dosa dan kejahatan, tetapi karena orang benar mempertahankan iman dan kesetiaanNya kepada Allah. Seseorang yang dapat melihat pembelaan Allah bukan seorang yang gampang kecewa, dendam dan putus asa. Tetapi selalu memandang kepada Allah dan percaya sepenuhnya bahwa pasti ada maksud dan rencana Tuhan yang indah. Allah ada di surga untuk mengatur permbelaan: memberikan kekuatan dan kemampuan kepada kita; mengatur malaikat di surga untuk bertugas menolong dan membela kita.
3. Allah berada di daerah musuh untuk memusnahkan musuh (Keluaran 14:13-14)
Tuhan tahu di mana Dia harus berada. Ada masa-masa di mana Dia harus berada dekat dengan kita untuk mengajar kita. Tetapi, ada masa Dia perlu berada di surga untuk mengatur malaikatNya, guna membela orang percaya. Dan, ada saatnya Dia mendatangi daerah musuh untuk mengacaukan segala sesuatunya agar orang benar bisa maju merebut kemenangan.
Tidak ada kuasa yang terlalu besar sehingga tidak dapat dikalahkan oleh Tuhan, dan tidak ada persoalan yang terlalu rumit sehingga tidak dapat diselesaikan oleh Tuhan. Allah tahu persis di mana Dia harus berada. Dan, di manapun Dia berada, Dia selalu ada untuk kita (Yesaya 41:11-13). Kita tahu bahwa Allah selalu berada di tempat yang tepat, dan karena kita tahu Allah berada di tempat yang tepat maka kita tidak perlu takut, tetap bersukacita, dan selalu mengucap syukur.
Oleh: Pdt. Gilbert Lumoindong
Info:
Jika Anda butuh:
1. Jasa Design Hotel, Villa, Spa, Resort, Landscape klik www.GunardiSaputra.com/Presiska atau hubungi Ardi di 08558827222
2.Peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222
3.Rekomendasi Saham klik www.GunardiSaputra.com
4.Promosi dengan Sendok Makan Stainless klik gl_trading.indonetwork.co.id
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...
GL: Resep Anti Miskin
Kemiskinan bukan nasib melainkan mentalitas, pola pikir, dan sikap hidup seseorang. Ada seseorang yang selalu berkata dirinya miskin dan menderita. Ironisnya, ada seseorang yang sebetulnya hidup cukup, tetapi selalu merasa kurang. Orang miskin adalah orang yang memang mentalnya selalu merasa kurang. Sedangkan orang kaya adalah orang yang dapat bersyukur dan puas dengan apa yang ia miliki.
Dengan demikian, kemiskinan hanya ada dalam pola pikir seseorang. Begitu pula kemiskinan hanya ada dalam sikap hidup seseorang, lantaran sikap hidup itu sendiri yang membuat hidupnya miskin—bukan karena nasib melainkan karena karakter dan sikap hidupnya yang menuntun dia hingga hidup sengsara.
Salah satu rencana iblis adalah membuat kita mencintai Tuhan tetapi hidup miskin, sehingga tidak ada pekerjaan Tuhan yang dapat kita buat. Setan selalu akan melakukan dua hal dalam hidup orang percaya: membuat kita kaya tetapi tidak rohani, atau sebaliknya, membuat orang rohani tetap miskin.
Apa saja resep anti miskin?
1. Jangan pelit (Ulangan 15:1-2)
Orang pelit tidak akan diberkati karena prinsip dunia berbeda dengan prinsip Firman Tuhan. Prinsip dunia adalah “hemat pangkal kaya”, tetapi dalam Firman Tuhan ada hukum “tabur-tuai” (Amsal 11:24-25). Orang yang menabur hidupnya pasti diberkati, tetapi kita harus tahu jelas mengapa kita menabur. Ada yang menabur karena sombong, tetapi ada juga yang menabur karena kasih yang tulus.
2. Jangan hidup dalam dosa (Ulangan 15: 4-5)
Orang hidup dalam dosa bisa menjadi kaya tetapi tidak diberkati, karena kaya itu hanya bicara tentang uang yang tidak jelas sumbernya. Hidup Kristen bukanlah hidup kaya tetapi hidup yang diberkati. Karena, walaupun sedikit yang kita miliki, tetapi jika disertai rasa cukup, damai, dan ucapan syukur, makan akan semakin dilimpahkan Tuhan dengan hal-hal yang baik.
3. Jangan malas (Amsal 6: 9)
Walaupun kita rajin berdoa dan membaca Alkitab, tetapi jika kita malas, maka berkat Tuhan tidak akan turun atas kehidupan kita. Ada satu kalimat yang berkata bahwa Tuhan hanya mau menolong orang-orang yang mau menolong dirinya sendiri; artinya Tuhan tidak akan pernah memberkati pemalas. Karena jika pemalas diberkati, pemalas itu tidak akan pernah merasa cukup. Yang disebut pemalas adalah mereka yang malas memulai sesuatu yang baru, malas meninggalkan sesuatu yang tidak benar atau tidak baik, dan malas berkeringat alias tidak mau capai.
4. Jangan sembarangan dengan mulut (1 Petrus 3:10, Amsal 18:21)
Jangan suka mengutuki diri sendiri, tetapi ucapkan berkat. Orang yang tidak bisa mengendalikan mulutnya, hidupnya pasti miskin. Ada banyak orang yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan karena mulutnya tidak baik, bahkan ada banyak orang yang musuhnya terlalu banyak karena mulutnya jahat.
5. Jangan sombong (Lukas 8:14)
Alkitab berkata orang yang meninggikan diri pasti akan direndahkan. Orang boleh sehebat apa pun, tetapi jika Tuhan merendahkan hidupnya, tidak akan diberkati. Sebaliknya, orang yang merendahkan diri akan ditinggikan dan diberkati Tuhan.
Oleh: Pdt. Gilbert Lumoindong
Info:
Jika Anda butuh:
1. Jasa Design Hotel, Villa, Spa, Resort, Landscape klik www.GunardiSaputra.com/Presiska atau hubungi Ardi di 08558827222
2.Peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222
3.Rekomendasi Saham klik www.GunardiSaputra.com
4.Promosi dengan Sendok Makan Stainless klik gl_trading.indonetwork.co.id
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...
Dengan demikian, kemiskinan hanya ada dalam pola pikir seseorang. Begitu pula kemiskinan hanya ada dalam sikap hidup seseorang, lantaran sikap hidup itu sendiri yang membuat hidupnya miskin—bukan karena nasib melainkan karena karakter dan sikap hidupnya yang menuntun dia hingga hidup sengsara.
Salah satu rencana iblis adalah membuat kita mencintai Tuhan tetapi hidup miskin, sehingga tidak ada pekerjaan Tuhan yang dapat kita buat. Setan selalu akan melakukan dua hal dalam hidup orang percaya: membuat kita kaya tetapi tidak rohani, atau sebaliknya, membuat orang rohani tetap miskin.
Apa saja resep anti miskin?
1. Jangan pelit (Ulangan 15:1-2)
Orang pelit tidak akan diberkati karena prinsip dunia berbeda dengan prinsip Firman Tuhan. Prinsip dunia adalah “hemat pangkal kaya”, tetapi dalam Firman Tuhan ada hukum “tabur-tuai” (Amsal 11:24-25). Orang yang menabur hidupnya pasti diberkati, tetapi kita harus tahu jelas mengapa kita menabur. Ada yang menabur karena sombong, tetapi ada juga yang menabur karena kasih yang tulus.
2. Jangan hidup dalam dosa (Ulangan 15: 4-5)
Orang hidup dalam dosa bisa menjadi kaya tetapi tidak diberkati, karena kaya itu hanya bicara tentang uang yang tidak jelas sumbernya. Hidup Kristen bukanlah hidup kaya tetapi hidup yang diberkati. Karena, walaupun sedikit yang kita miliki, tetapi jika disertai rasa cukup, damai, dan ucapan syukur, makan akan semakin dilimpahkan Tuhan dengan hal-hal yang baik.
3. Jangan malas (Amsal 6: 9)
Walaupun kita rajin berdoa dan membaca Alkitab, tetapi jika kita malas, maka berkat Tuhan tidak akan turun atas kehidupan kita. Ada satu kalimat yang berkata bahwa Tuhan hanya mau menolong orang-orang yang mau menolong dirinya sendiri; artinya Tuhan tidak akan pernah memberkati pemalas. Karena jika pemalas diberkati, pemalas itu tidak akan pernah merasa cukup. Yang disebut pemalas adalah mereka yang malas memulai sesuatu yang baru, malas meninggalkan sesuatu yang tidak benar atau tidak baik, dan malas berkeringat alias tidak mau capai.
4. Jangan sembarangan dengan mulut (1 Petrus 3:10, Amsal 18:21)
Jangan suka mengutuki diri sendiri, tetapi ucapkan berkat. Orang yang tidak bisa mengendalikan mulutnya, hidupnya pasti miskin. Ada banyak orang yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan karena mulutnya tidak baik, bahkan ada banyak orang yang musuhnya terlalu banyak karena mulutnya jahat.
5. Jangan sombong (Lukas 8:14)
Alkitab berkata orang yang meninggikan diri pasti akan direndahkan. Orang boleh sehebat apa pun, tetapi jika Tuhan merendahkan hidupnya, tidak akan diberkati. Sebaliknya, orang yang merendahkan diri akan ditinggikan dan diberkati Tuhan.
Oleh: Pdt. Gilbert Lumoindong
Info:
Jika Anda butuh:
1. Jasa Design Hotel, Villa, Spa, Resort, Landscape klik www.GunardiSaputra.com/Presiska atau hubungi Ardi di 08558827222
2.Peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222
3.Rekomendasi Saham klik www.GunardiSaputra.com
4.Promosi dengan Sendok Makan Stainless klik gl_trading.indonetwork.co.id
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...
GL: Orang Pilihan Tuhan Dalam Menghadapi Krisis
Banyak orang berpikir bahwa orang-orang pilihan Tuhan tidak menghadapi krisis dan terbebas dari segala masalah dan persoalan. Pemikiran demikian keliru karena menjadi orang pilihan Tuhan tidak berarti kita bebas dari persoalan dan tantangan hidup.
Perhatikan kitab Ayub, maka kita akan mengetahui bagaimana Ayub juga harus mengalami krisis yang begitu berat dalam hidupnya, meski hidupnya berkenan di hadapan Tuhan.
Saat Ayub menghadapi masalah, teman-temannya datang menuduh Ayub dan berkata pasti ada yang tidak beres dalam hidupnya. Tapi Ayub berkata, “Biarlah Allah sendiri yang memeriksa hatiku karena Dia tahu persis segala yang aku pikirkan dan lakukan.”
Kita tidak perlu melihat berapa besarnya masalah yang kita hadapi; jika Tuhan mengijinkan kita menghadapi masalah, Ia pasti akan memberikan kekuatan agar kita dapat meraih kemenangan. Orang-orang percaya di akhir jaman akan menghadapi masa-masa sukar, tetapi kita harus tetap bekerja keras karena:
1. Dia yang memilih mengetahui keberadaan kita (Roma 8:29)
Jika Tuhan menempatkan kita di masa seperti sekarang ini, itu berarti Dia tahu persis kekuatan kita, dan Dia tidak pernah salah pilih. Tuhan sedang menciptakan suatu keadaan di mana orang tidak bisa hidup suam-suam kuku, karena orang semacam ini akan habis sama sekali di saat menghadapi masa-masa sukar. Tetapi orang-orang yang sungguh-sungguh berharap kepada Tuhan akan melijat mukjizat dan mengalami kemenangan (2 Timotius 2:19).
2. Pilihan Tuhan tidak melepaskan kita dari tanggung jawab kita (Markus 16:15)
Tuhan yang memilih adalah Tuhan yang tidak mengambil alih tanggung jawab kita. Kita telah diberi kuasa oleh Yesus dan karena itu Dia tidak pernah melepaskan kita dari tanggung jawab kita—meski kita adalah orang pilihan Tuhan dan memiliki kuasa di dalam Yesus. Sebab, meski kita adalah orang pilihan, kita harus tetap melaksanakan firman Allah.
3. Pilihan Tuhan tidak menghalaukan kita dari proses (Yeremia 33:23-24, Wahyu 3:19)
Orang yang dipilih Tuhan justu harus menghadapi proses. Ini sama dengan seseorang yang salah dalam melangkah dan ditegur oleh Allah. Dan, kalau orang tersebut masih terus berkutat dengan kesalahannya dan menolak panggilan Tuhan, maka Tuhan mendatangkan hajaranNya hinnga orang tersebut berbalik.
4. Pilihan Tuhan, bukti kasihNya untuk semua (Yehezkiel 33:11)
Tuhan memilih kita untuk menjadi orang yang percaya yang dapat bekerja keras. Orang Kristen sejatinya harus mempunyai beban bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk dunia yang terhilang. Kita bukan hanya orang Kristen biasa, melainkan orang-orang yang dipilih Tuhan dan Ia memiliki rencana dalam hidup kita.
Menjadi orang pilihan Tuhan tidak berarti bebas dari masalah dan tantangan hidup, melainkan harus tetap bekerja keras, berbuat sesuatu bagi Tuhan, dan tidak mencari selamat untuk diri sendiri tetapi mau menjadi berkat bagi orang lain.
Oleh: Pdt.Gilbert Lumoindong
Info:
Jika Anda butuh:
1. Jasa Design Hotel, Villa, Spa, Resort, Landscape klik www.GunardiSaputra.com/Presiska atau hubungi Ardi di 08558827222
2.Peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222
3.Rekomendasi Saham klik www.GunardiSaputra.com
4.Promosi dengan Sendok Makan Stainless klik gl_trading.indonetwork.co.id
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...
Perhatikan kitab Ayub, maka kita akan mengetahui bagaimana Ayub juga harus mengalami krisis yang begitu berat dalam hidupnya, meski hidupnya berkenan di hadapan Tuhan.
Saat Ayub menghadapi masalah, teman-temannya datang menuduh Ayub dan berkata pasti ada yang tidak beres dalam hidupnya. Tapi Ayub berkata, “Biarlah Allah sendiri yang memeriksa hatiku karena Dia tahu persis segala yang aku pikirkan dan lakukan.”
Kita tidak perlu melihat berapa besarnya masalah yang kita hadapi; jika Tuhan mengijinkan kita menghadapi masalah, Ia pasti akan memberikan kekuatan agar kita dapat meraih kemenangan. Orang-orang percaya di akhir jaman akan menghadapi masa-masa sukar, tetapi kita harus tetap bekerja keras karena:
1. Dia yang memilih mengetahui keberadaan kita (Roma 8:29)
Jika Tuhan menempatkan kita di masa seperti sekarang ini, itu berarti Dia tahu persis kekuatan kita, dan Dia tidak pernah salah pilih. Tuhan sedang menciptakan suatu keadaan di mana orang tidak bisa hidup suam-suam kuku, karena orang semacam ini akan habis sama sekali di saat menghadapi masa-masa sukar. Tetapi orang-orang yang sungguh-sungguh berharap kepada Tuhan akan melijat mukjizat dan mengalami kemenangan (2 Timotius 2:19).
2. Pilihan Tuhan tidak melepaskan kita dari tanggung jawab kita (Markus 16:15)
Tuhan yang memilih adalah Tuhan yang tidak mengambil alih tanggung jawab kita. Kita telah diberi kuasa oleh Yesus dan karena itu Dia tidak pernah melepaskan kita dari tanggung jawab kita—meski kita adalah orang pilihan Tuhan dan memiliki kuasa di dalam Yesus. Sebab, meski kita adalah orang pilihan, kita harus tetap melaksanakan firman Allah.
3. Pilihan Tuhan tidak menghalaukan kita dari proses (Yeremia 33:23-24, Wahyu 3:19)
Orang yang dipilih Tuhan justu harus menghadapi proses. Ini sama dengan seseorang yang salah dalam melangkah dan ditegur oleh Allah. Dan, kalau orang tersebut masih terus berkutat dengan kesalahannya dan menolak panggilan Tuhan, maka Tuhan mendatangkan hajaranNya hinnga orang tersebut berbalik.
4. Pilihan Tuhan, bukti kasihNya untuk semua (Yehezkiel 33:11)
Tuhan memilih kita untuk menjadi orang yang percaya yang dapat bekerja keras. Orang Kristen sejatinya harus mempunyai beban bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk dunia yang terhilang. Kita bukan hanya orang Kristen biasa, melainkan orang-orang yang dipilih Tuhan dan Ia memiliki rencana dalam hidup kita.
Menjadi orang pilihan Tuhan tidak berarti bebas dari masalah dan tantangan hidup, melainkan harus tetap bekerja keras, berbuat sesuatu bagi Tuhan, dan tidak mencari selamat untuk diri sendiri tetapi mau menjadi berkat bagi orang lain.
Oleh: Pdt.Gilbert Lumoindong
Info:
Jika Anda butuh:
1. Jasa Design Hotel, Villa, Spa, Resort, Landscape klik www.GunardiSaputra.com/Presiska atau hubungi Ardi di 08558827222
2.Peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222
3.Rekomendasi Saham klik www.GunardiSaputra.com
4.Promosi dengan Sendok Makan Stainless klik gl_trading.indonetwork.co.id
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...
GL: Memiliki Iman Seperti Habakuk
Kitab Habakuk dimulai dengan pergumulannya melihat kehidupan bangsanya yang sangat jahat di masa itu, dan diakhiri dengan rasa kecewa yang teramat dalam kepada Tuhan. Namun, di pasal kedua, Habakuk bangkit dan menyatakan kebenaran, bahwa orang benar akan hidup karena percaya.
Habakuk, meski nabi, tetap manusia biasa yang seringkali keheranan saat menjumpai pelbagai masalah yang ada di sekitarnya. Dan, seperti manusia lainnya, ia pun bertanya, “Mengapa?”, “Berapa lama lagi?” dan lain-lain. Ini adalah problema dasar dari permalahan manusia, yakni mempertanyakan kehendak dan kedaulatan Allah dalam perlbagai masalah hidup manusia.
Memang, situasi yang dialami Habakuk saat itu demikian menyesakkan. Sebagian besar orang Israel menjalani hidup sebagai orang fasik. Dan sisanya, orang benar, dikelilingi, dimanipulasi, dan dikuasai oleh orang Israel yang jahat. Belum lagi penjajahan orang Kasdim, yang merupakan bangsa penyembah berhala.
Yang menjadi pemicu dari keluh kesah Nabi Habakuk bukanlah kelakuan orang Kasdim, melainkan kebejatan yang dilakukan bangsa Israel, yang mengaku menyembah Tuhan tapi dalam praktiknya hidup bagai orang fasik. Begitu jahatnya kehdiupan orang Israel di masa itu, hingga mengakibatkan penderitaan yang berat di kalangan bangsa Israel. Alih-alih terus-menerus dirudung kesal, Habakuk memilih untuk mencari Tuhan, dan ia pun menemukan secercah sinar pengharapan di masa-masa gelap dalam kehidupan bangsanya itu.
“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorai di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” Ayat yang terdapat dalam Habakuk 3:17-18 ini adalah hasil dari perjalanan iman Habakuk, hasil dari keputusannya untuk tetap mempercayai Tuhan di masa yang sulit itu.
Di mata Habakuk, meski penderitaan tak kunjung mereda, sejarah telah membuktikan pembelaan Tuhan terhadap umatNya. Dan, Tuhan yang sama telah berjanji untuk mengegakkan keadilan. Sebab itu, masa suram yang sedang dihadapi Habakuk, tidak membuat imannya surut. Malahan, sukacita dan damai sejahtera karena mempercayai janji Allah yang tidak pernah berdusta, memberikan kekuatan untuk bertahan bahkan menyelesaikan perjalanan iman yang sulit bagai mendaki gunung terjal.
Dengan mata iman, Habakuk melihat melampaui realitas kesulitan hidup yang dialami bangsa Israel. Dengan memandang Tuhan, Habakuk berserah dan memiliki kualitas hidup rohani yang diperbaharui. Dan dengan kaki iman, Habakuk berani dan memiliki kekuatan untuk melangkah di dalam kehidupan yang penuh dengan kesulitan. Sudahkah Anda memiliki iman seperti Habakuk?
Oleh: Pdt.Gilbert Lumoindong
Info:
Jika Anda butuh:
1. Jasa Design Hotel, Villa, Spa, Resort, Landscape klik www.GunardiSaputra.com/Presiska atau hubungi Ardi di 08558827222
2.Peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222
3.Rekomendasi Saham klik www.GunardiSaputra.com
4.Promosi dengan Sendok Makan Stainless klik gl_trading.indonetwork.co.id
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...
Habakuk, meski nabi, tetap manusia biasa yang seringkali keheranan saat menjumpai pelbagai masalah yang ada di sekitarnya. Dan, seperti manusia lainnya, ia pun bertanya, “Mengapa?”, “Berapa lama lagi?” dan lain-lain. Ini adalah problema dasar dari permalahan manusia, yakni mempertanyakan kehendak dan kedaulatan Allah dalam perlbagai masalah hidup manusia.
Memang, situasi yang dialami Habakuk saat itu demikian menyesakkan. Sebagian besar orang Israel menjalani hidup sebagai orang fasik. Dan sisanya, orang benar, dikelilingi, dimanipulasi, dan dikuasai oleh orang Israel yang jahat. Belum lagi penjajahan orang Kasdim, yang merupakan bangsa penyembah berhala.
Yang menjadi pemicu dari keluh kesah Nabi Habakuk bukanlah kelakuan orang Kasdim, melainkan kebejatan yang dilakukan bangsa Israel, yang mengaku menyembah Tuhan tapi dalam praktiknya hidup bagai orang fasik. Begitu jahatnya kehdiupan orang Israel di masa itu, hingga mengakibatkan penderitaan yang berat di kalangan bangsa Israel. Alih-alih terus-menerus dirudung kesal, Habakuk memilih untuk mencari Tuhan, dan ia pun menemukan secercah sinar pengharapan di masa-masa gelap dalam kehidupan bangsanya itu.
“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorai di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” Ayat yang terdapat dalam Habakuk 3:17-18 ini adalah hasil dari perjalanan iman Habakuk, hasil dari keputusannya untuk tetap mempercayai Tuhan di masa yang sulit itu.
Di mata Habakuk, meski penderitaan tak kunjung mereda, sejarah telah membuktikan pembelaan Tuhan terhadap umatNya. Dan, Tuhan yang sama telah berjanji untuk mengegakkan keadilan. Sebab itu, masa suram yang sedang dihadapi Habakuk, tidak membuat imannya surut. Malahan, sukacita dan damai sejahtera karena mempercayai janji Allah yang tidak pernah berdusta, memberikan kekuatan untuk bertahan bahkan menyelesaikan perjalanan iman yang sulit bagai mendaki gunung terjal.
Dengan mata iman, Habakuk melihat melampaui realitas kesulitan hidup yang dialami bangsa Israel. Dengan memandang Tuhan, Habakuk berserah dan memiliki kualitas hidup rohani yang diperbaharui. Dan dengan kaki iman, Habakuk berani dan memiliki kekuatan untuk melangkah di dalam kehidupan yang penuh dengan kesulitan. Sudahkah Anda memiliki iman seperti Habakuk?
Oleh: Pdt.Gilbert Lumoindong
Info:
Jika Anda butuh:
1. Jasa Design Hotel, Villa, Spa, Resort, Landscape klik www.GunardiSaputra.com/Presiska atau hubungi Ardi di 08558827222
2.Peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222
3.Rekomendasi Saham klik www.GunardiSaputra.com
4.Promosi dengan Sendok Makan Stainless klik gl_trading.indonetwork.co.id
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...
Wednesday, September 2, 2009
Baca Kotbah
Kumpulan Kotbah dari Pdt.Gilbert Lumoindong dan Pdt.Bigman Sirait
Subscribe to:
Posts (Atom)
