Showing posts with label Kotbah Markus Simanjuntak. Show all posts
Showing posts with label Kotbah Markus Simanjuntak. Show all posts

Wednesday, April 21, 2010

MS: Berdiri Teguh Di Tengah Arus Kehidupan

Minggu, 18 April 2010

Pada hari-hari akhir, kejahatan manusia akan meningkat namun kasih karunia Tuhan juga semakin besar. Keadaan di sekeliling kita menjadi semakin menurun. Saat kita berusaha untuk menjadi sama dengan dunia ini, kita tidak lagi memiliki pengaruh. Sebenarnya, dunia ini justru membutuhkan orang-orang yang tidak hanyut dalam arusnya. Merekalah yang akan membuat perbedaan! Kita harus berhati-hati dengan arus dunia ini. Jika tidak, tanpa disadari kita akan terseret semakin jauh. Saat kita melakukan sesuatu yang benar, selalu ada tantangan! Kita harus kuat dan bertahan serta sabar di dalam iman kita (1 Korintus 16:13). Tidak seharusnya kita menjadi serupa dengan dunia ini (Roma 12:2). Di saat iblis berusaha menghancurkan generasi penerus kita, gereja harus membangun generasi ini melalui pendidikan.

Bagaimana cara kita bertahan di tengah arus ini?

1. Berpaut pada Tuhan
Kita harus berpegang erat pada iman kita (D’veykut = berpaut). Kita harus memutuskan untuk percaya! Artinya, kita berkata pada Tuhan agar kehendak-Nya yang terjadi di hidup kita dan bukan kehendak kita. Kita harus sungguh-sungguh memiliki hubungan yang dekat dengan Dia agar kita menghasilkan buah.

2. Mendengar suara Tuhan
Di tengah arus yang begitu deras ini, kita tidak akan dapat bertahan tanpa mendengar suara Tuhan. Dia ingin agar kita terus mendengar suara-Nya. Itu berarti kita bersedia untuk berdiam diri (Mazmur 46:10). Sesungguhnya Tuhan berbicara melalui segala sesuatu di sekitar kita. Alam semesta menceritakan kebesaran-Nya. Saat kita mendengarkan suaranya, hal itu mungkin tidak mengenakkan daging kita. Namun, akan lebih berbahaya jika kita tidak mentaati Tuhan!

3. Mempercayakan jalan kita pada Tuhan!
Tuhan selalu memiliki rencana terbaik melalui semua yang terjadi dalam hidup kita, lewat keadaan buruk sekalipun. Setiap penurunan sesungguhnya dimaksudkan untuk suatu peningkatan. Saat-saat sulit di hidup kita adalah untuk tujuan yang baik. Kita harus mempercayakan hidup kita kepada Tuhan! (Bitachon = percaya)

Dunia ini sudah mengalami degradasi sejak manusia jatuh ke dalam dosa. Namun setiap orang yang dilahirkan ke dalam dunia ini dipanggil Tuhan untuk memperbaikinya. Tidak hanya sekedar bertahan dalam hidup, Tuhan memampukan kita untuk terus maju ke depan!

Oleh: Ps.Markus Simanjuntak

Info:
Jika Anda butuh:
1. Jasa Design Hotel, Villa, Spa, Resort, Landscape klik www.GunardiSaputra.com/Presiska atau hubungi Ardi di 08558827222

2.Peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222

3.Rekomendasi Saham klik www.GunardiSaputra.com

4.Promosi dengan Sendok Makan Stainless klik gl_trading.indonetwork.co.id
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...

Sunday, April 11, 2010

MS: Berkat di Setiap Musim Kehidupan

Minggu, 7 Februari 2010

Setiap musim di hidup kita memiliki keindahan apabila kita dapat melihat tujuan dari musim itu (Pengkothbah 3:1,2,11). Dalam keadaan sulit pun sesungguhnya Tuhan memiliki rancangan. Tidak ada yang kebetulan! Dia memiliki maksud dalam segala hal. Ada musim untuk menabur dan ada musim untuk menuai.
Musim Menanam

1. Menggemburkan tanah
Seorang petani yang hendak menanam harus terlebih dahulu menggemburkan tanah. Dalam musim ini, kita harus menyingkirkan segala hal yang menghambat kita bertumbuh, seperti kekerasan hati kita, kepahitan, serta kekhawatiran. Kekhawatiran membuat kita menjadi seorang yang ingin mengendalikan segala sesuatu, termasuk orang lain. Kita harus belajar mengijinkan Tuhan bekerja.

2. Melepaskan benih
Saat kita melepaskan benih, kita mungkin merasa kehilangan. Kita harus merelakan benih itu ditanam meskipun kita tidak merasa nyaman. Kita harus menunggu benih itu bertumbuh. Bersabarlah dan jangan ambil jalan pintas! Belajarlah dari Daud yang meskipun memiliki kesempatan untuk mempercepat perjalanannya menjadi raja, tetap memilih untuk tidak memaksakan waktunya (1 Samuel 24:4-8). Ada waktu-waktu di mana kita harus menunggu dan tidak memaksakan sesuatu terjadi.

Musim Pertumbuhan
1. Jagalah telinga dari perkataan negatif!
Saat pertumbuhan terjadi namun buah belum muncul, akan banyak tanggapan yang mungkin negatif dari sekitar kita. Komentar mulai bermunculan karena perubahan di diri kita. Berhentilah untuk menyenangkan hati semua orang.

2. Fokus pada Firman Tuhan!
Saat banyak tekanan dari sekitar kita, yang perlu kita lakukan adalah berpegang teguh pada Firman Tuhan (Mazmur 1:1).

Musim Menuai
1. Jangan berfokus pada diri sendiri!
Jika kita ingin menuai, mulailah untuk tidak berpusat pada kepentingan kita sendiri.

2. Tetaplah berbuat baik! (Galatia 6:9)
Masalah dapat menghentikan kita sementara, namun diri kita sendirilah yang dapat menghentikan kita selamanya.

Saat kita dengan setia menanti, kita akan mendapatkan tuaian: (Mazmur 105:17-23)
1. Identitas baru
2. Otoritas baru
3. Persediaan baru
4. Hikmat yang baru
5. Hubungan yang baru

Mulailah berbuat baik di keluarga Anda lebih dahulu, lalu pada komunitas Anda, dan akhirnya pada semua orang! Dunia ini membutuhkan kita! Contoh yang jelas dapat kita lihat pada Yusuf yang dijuluki Zafnat-Paaneah oleh dunia, yang berarti Tuhan hidup, Tuhan berbicara! (Kejadian 41:45)

Oleh: Ps.Markus Simanjuntak

Info:
Jika Anda butuh:
1. Jasa Design Hotel, Villa, Spa, Resort, Landscape klik www.GunardiSaputra.com/Presiska atau hubungi Ardi di 08558827222

2.Peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222

3.Rekomendasi Saham klik www.GunardiSaputra.com

4.Promosi dengan Sendok Makan Stainless klik gl_trading.indonetwork.co.id
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...

Friday, October 23, 2009

FW: Pembangkit Energi Rohani

Sebuah pembangkit tenaga nuklir memiliki daya yang sangat besar, meskipun orang-orang yang mengoperasikannya hanya manusia biasa. Prinsip yang sama tercermin di dalam kita. Tuhan telah mengaruniakan sebuah kekuatan yang tak terbatas dalam diri kita. Sesungguhnya, Dia memberikan berkat dan itu tidak membawa kesusahan (Amsal 10:22). Kata ’berkat’ berasal dari bahasa Ibrani, B’RaCha yang berarti suatu kemampuan yang melebihi kekuatan kita untuk melakukan perkara yang besar dan dahsyat! Berkat memiliki kapasitas untuk menghasilkan berkat yang lain atau berkesinambungan (Mazmur 24:3-5).

Berkat perjanjian/covenant blessing hanya diberikan oleh Abraham pada Ishak, sedangkan anak-anaknya yang lain hanya mendapatkan berkat biasa/common blessing (Kejadian 25:5-6). Berkat dari ayahnya pula yang memampukan Yakub untuk berhasil meskipun hanya berbekal sebilah tongkat saat pergi dari rumah. Kita harus senantiasa melepaskan berkat pada anak-anak dan keluarga kita. Lebih dari sekedar kekayaan materi, berkat akan memampukan orang untuk melakukan hal-hal yang lebih besar dari kekuatan mereka! Banyak orang kaya di dunia ini yang hanya memberi harta kepada keturunannya dan gagal menurunkan iman, etos kerja, dan semangat mereka. Akibatnya, kehancuran terjadi pada keturunan mereka.

Kata B’RaCha memiliki akar kata yang sama dengan BeRech yang berarti lutut. Saat menerima berkat, kita dapat:
1. Berlutut
Berlutut akan mengingatkan kita bahwa bumi ini adalah milik Tuhan dan Dia adalah sumber segala berkat (Ulangan 8). Berlutut juga membuat kita ’membumi’, sehingga kita menjadi orang Kristen yang praktis dan tidak mengawang-awang dalam berbicara.

2. Melompat
Berkat akan memampukan kita untuk melampaui keterbatasan kita dan masuk ke dalam tingkatan/level yang berikutnya. Jika kita ingin berhasil, kita harus rela untuk ditarik melewati batas kemampuan kita.

3. Berlari
Berlari adalah tanda terbatasnya waktu/urgency. Artinya, kita harus bijak dalam mengelola waktu kita. Jangan pernah membuang waktu untuk hal yang tidak perlu! (Filipi 3:14).
Konsep berkat di dalam Alkitab berbicara tentang dua hal, yaitu hubungan kita dengan Tuhan dan hubungan kita dengan sesama. Berkat bukanlah melulu tentang kita! Tidak ada ruang bagi keegoisan di dalamnya! Janganlah mementingkan diri sendiri di dalam hidup ini. Bahkan ketika berdoa, janganlah hanya ingat tentang kebutuhan kita saja! Berdoalah bagi orang lain!

Oleh: Ps. Markus Simanjuntak

Info:
Jika Anda butuh:
1. Jasa Design Hotel, Villa, Spa, Resort, Landscape klik www.GunardiSaputra.com/Presiska atau hubungi Ardi di 08558827222

2.Peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222

3.Rekomendasi Saham klik www.GunardiSaputra.com

4.Promosi dengan Sendok Makan Stainless klik gl_trading.indonetwork.co.id
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...

Thursday, October 22, 2009

FW: Maju Terus Mengalahkan Ketakutan

Ada berbagai macam tanggapan orang dalam menghadapi ketakutan mereka. Inilah yang dialami bangsa Israel saat keluar dari perbudakan di tanah Mesir (Keluaran 14:9-15). Sementara mereka tiba di tepi Laut Merah (Teberau), pasukan Mesir mengejar mereka dari belakang.

Ada 4 kelompok orang yang memberi tanggapan berbeda:

1. Isolasionis
Sebagian orang memilih untuk mengisolasikan diri mereka dari masalah yang datang di hidup mereka. Mereka mencoba bersembunyi dari masalah mereka dan menyibukkan diri dengan kegiatan lain, bahkan dengan kegiatan yang seolah ‘rohani’. Pada mereka, Musa berkata ‘Janganlah takut!’ Permasalahan bukanlah untuk kita hindari, namun untuk kita hadapi.

2. Kompromis
Kelompok orang yang lain memilih untuk ‘kembali ke Mesir’ dan berkompromi dengan tekanan dunia yang mereka alami. Akibatnya, perbuatan mereka pun sungguh serupa dengan pola dunia ini. Pada kelompok ini, Musa berkata ‘Kamu tidak akan melihat Mesir lagi!’. Sesungguhnya Tuhan memanggil kita untuk berubah sesuai dengan Firman Tuhan (Roma 12:2), bukannya menjadi serupa kembali dengan dunia ini. Kemenangan kita ada di depan dan bukan di masa lalu kita.

3. Konfrontasionis
Orang-orang dalam kelompok ini memilih untuk ‘bertempur melawan tentara Mesir’. Mereka memilih untuk memerangi segala hal. Tuhan tidak memerintahkan kita untuk selalu berkonfrontasi dengan segala sesuatu, termasuk masa lalu kita. Hal itu hanya akan menguras tenaga kita saja. Musa berkata ‘Tuhan akan berperang bagi kita!’ Jadi, tidak semua hal harus kita perangi.

4. Fatalis
Orang-orang semacam ini memilih untuk ‘pasrah saja pada Tuhan’. Secara sepintas hal ini tampak ‘rohani’, namun sesungguhnya Tuhan tidak ingin kita berdiam diri saja. Jangan hanya duduk dan menunggu saja! Ada bagian yang harus kita lakukan. Laksanakan saja apa yang Tuhan perintahkan untuk Anda lakukan tanpa perlu berdebat! Tuhan menyuruh Musa untuk berkata pada mereka agar berangkat! Maju ke depan dan buatlah langkah iman!

Dunia ini mungkin memang tidak bersahabat, namun kita harus memenuhi panggilan kita untuk menjadi terang dan memberi dampak. Saat kita menghadapi tantangan baru, janganlah takut! Lakukan saja langkah pertama Anda karena Tuhan sudah menyiapkan keajaiban di depan Anda!

Oleh: Ps. Markus Simanjuntak

Info:
Jika Anda butuh:
1. Jasa Design Hotel, Villa, Spa, Resort, Landscape klik www.GunardiSaputra.com/Presiska atau hubungi Ardi di 08558827222

2.Peralatan makan Stainless Steel: Sendok Makan, Sendok Teh untuk usaha Anda (buka restoran atau catering) maupun untuk kegiatan promosi pemasaran Anda (pemberian hadiah atas produk dagangan Anda), hubungi: Ardi di 08558827222

3.Rekomendasi Saham klik www.GunardiSaputra.com

4.Promosi dengan Sendok Makan Stainless klik gl_trading.indonetwork.co.id
promosi Anda ya Sendok Makan atau Sendok Teh saja...